Benar nyatanya jika kita melakukan atau menggunakan produk dengan proses daur ulang selalu memiliki kebanggaan tersendiri yang lebih dibanding dengan menggunakan suatu produk yang sudah ada. Layaknya di bulan puasa yang menahan haus dan lapar selama satu bulan, kemenangan di hari terakhir pun sangat terasa membanggakan ketika kita berhasil menghasilkan produk daur ulang yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain.
Recycle atau Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.
Kertas sepertinya masih menjadi salah satu limbah yang cukup menghawatirkan, kita lihat saja berapa banyak kertas yang biasa kita gunakan lalu kita buang begitu saja. Coba lihat sudah berapa banyak catatan perkuliahan kamu yang setelah berganti semester menumpuk di lemari?
Dan yang paling memprihatinkan dan tanpa kita sadari ialah kertas dari hasil pengambilang uang di atm yang setelah kertas itu keluar secara spontan langsung kita buang ketempat sampah. Dan yang terbilang baru yaitu pengisian bahan bakar secara manual dimana kita diberi selembar kertas yang kemudian discan lalu pengisian bahan bakar pun secara cepat bisa dilakukan, lalu kemanakah larinya kertas kertas yang sia sia tersebut?
Beruntungnya kita memiliki dan bisa melihat beberapa orang kreatif khususnya para desainer pakaian yang jeli dengan limbah kertas tersebut yang kemudian mereka sulap, mereka daur ulang untuk menjadi suatu barang baru berupa pakaian yang memiliki nilai dan estetika yang cukup tinggi.
Terbukti dengan diadakannya Trashy Fashion Week yang sempat diadakan di Amerika oleh ‘Ripley’s Believe It or Not!’ yang diikuti peserta dari segala usia dan diminta untuk membuat serta menampilkan pakaian yang terbuat dari satu benda yang bisa ditemukan di tempat sampah.
Bukan hanya kertas yang dapat dijadikan produk fashion atau aksesoris yang dihasilkan dari daur ulang. Tutup botol minuman juga ternyata dapat dijadikan sesuatu yang menarik bernama Pin Tutup Botol. Berawal dari kesenangannya mengolah barang bekas menjadi merchandaise yang berfungsi, Isrol salah satu seniman yang kini menetap di Yogyakarta ini berhasil merubah limbah tutup botol menjadi suatu item yang unik dan dapat menjadi pelengkap untuk menunjang penampilan kamu sehari-hari.
Ia yang memang gemar mengkoleksi pin ini pada awalnya memiliki kesulitan untuk mendapatkan barang impor pin yang berukuran 2,5 cm, karena tidak ingin menunggu lama akhirnya ia membuat desain dan mencoba membuat pin dengan memanfaatkan tutup botol bekas yang dikumpulkan dari beberapa tempat.
Menarik ya, dari tutup botol yang biasa kita lihat dan kadang menyatu dengan tanah bisa menjadi benda penting yang bukan hanya sekedar tutup botol sebagai mestinya, Keren lah !!
Masih dibagian aksesoris, di Indonesia juga dengan bangga karena memiliki beberapa brand yang menggunakan bahan daur ulang sebagai material utama mereka. Eastwood yang bergerak pada pembuatan kacamata ini punya keunikan sendiri dari segi material yang digunakan, dimana mereka mencoba berekspolarsi memberdayakan kayu limbah gitar menjadi sebuah material untuk produk wooden handicraft yang mempunyai nilai dan esensi seni serta sarat akan pesan.
Selain menghemat pengadaan material, menjaga kelestarian alam pun menjadi faktor utama mereka menggunakan hasil limbah kayu tersebut, dan bukti nyata dari apa yang mereka lakukan Eastwood kini bisa dibilang salah satu brand yang menjadi penggagas kuat dalam pembuatan produk dari hasil daur ulang.
Keberadaan, inovasi, serta tingkat kreatifitas yang mereka lakukan sudah sepatutnya menyadarkan kita tentang pentingnya daur ulang demi keindahan dan kenyamanan bumi yang kita pijak sejak dini. Jika bukan kita yang memulai lalu siapa lagi? dan warisan apa yang akan kita tinggali untuk penerus nanti?
Sumber:Vemale.com



0 comments:
Post a Comment