Sejarah kain jeans

sumber: jeansstylelinsuy.com

Denim lebih dari sekedar bahan yang disusun atas rangkaian kapas. Awalnya Denim memunculkan sejumlah opini dari parasejarawan, designer, para kaum muda, bintang film dan penulis. Di tahun 1969 seorang penulis untuk majalah American Fabrics menyebutkan, ” Denim adalah salah satu bahan tertua didunia, dan hingga saat ini pun bahan tersebut masih dikenal semua orang. Apabila bahan tersebut masih terus digunakan maka Denim akan selalu menjadi incaran”.

Berdasar pada Legenda dan fakta, sejumlah ahli bahasa berupaya untuk mencari tahu sejarah dari kata Denim. Sebagian besar buku referensi menyebutkan, Denim merupakan kata yang diambil dari sebuah frase asal Perancis ” Serge De Nimes” atau dengan kata lain kain yang berasal dari sebuah kota Nimes di Perancis. Walau demikian, sejumlah ahli bahasa mulai mempertanyakan penjelasan tersebut.
Asli dari Eropa Kain Serge de Nimes membawa mereka kembali ke Perancis diabad ke-17. Pada saat yang sama di Perancis ada pula kain yang dikenal dengan nama Nim. Kedua bahan tersebut ternyata berkomposisi sama yakni berupa susunan dari sejumlah benang wool.
Serge De nime ternyata juga dikenal di Inggris sebelum akhir abad ke-17. Namun kemudian muncul pertanyaan apakah bahan tersebut diimport dari Perancis atau apakah bahan tersebut merupakan bahan yang sama dengan nama yang kebetulan sama pula. Bahan yang diberi nama sesuai dengan lokasi geografis ini, ternyata juga dibuat di manapun. Nama yang beredar sempat dipinjam untuk keperluan penjualan. Belakangan diketahui bahwa Serge De Nimes juga dibuat di Inggris dan bukan di Nimes, Perancis.
Namun tetap saja, untuk mengetahui dari mana kata Denim berasal bukanlah hal yang muda. Apakah Denim merupakan kependekan dari Serge Denim. Jika dilihat dari bahan dasarnya Serge De Nimes sendiri dibuat dengan bahan dasar sutra dan wool. Sementara Denim dibuat dengan bahan dasar Wool saja. Lagi-lagi hal tersebut cukup membingunkan. Hubungan diantara dua kain yang disebutkan hanyalah namanya saja. Apakah Serge De nime merupakan kata original dari Denim yang berarti kain tersebut dibuat ulang dari bahan dasar wool yang akhirnya diberi nama Nim ? Dan apakah Serge De Nimes lebih dikenal luas dari pada Nim dan akhirnya terjadi kesalahan saat mengartikan kata ketika kain tersebut memasuki pasaran Inggris ? Sepertinya hal tersebut sulit untuk diketahui
Yang lebih membingungkan dari semua yang dijelaskan diatas, yakni munculnya bahan lain yang dikenal dengan Jeans, yang muncul pada saat yang sama. Penelitian atas kain tersebut menghasilkan sebuah campuran dari sejumlah bahan dasar. Yakni ; kapas, Linen dan wool yang digabungkan menjadi satu. Bahan tersebut berasal dari Genoa, Italy. Hal tersebut membuktikan bahwa sebuah kain dinamakan sesuai dengan tempat pertama kali ia diperkenalkan. Jeans kemudian menjadi sangat populer dan diimport oleh Inggris dalam jumlah besar hingga abad ke-16. Setelah akhir periode tersebut Jean kemudian di produksi di Lancashire. Pada abad ke 18, kain Jeans dibuat seluruhnya dengan bahan dasar kapas untuk membuat pakaian pria. Kelebihan dari bahan tersebut yakni tahan lama walaupun beberapa kali dicuci.
Popularitas Denim pun sama. Kain Denim dinilai kuat dan lebih mahal dari pada Jeans dan kedua kain tersebut memiliki kesamaan dalam sejumlah hal. Namun diantara keduanya terdapat perbedaan yang cukup besar. Denim dibuat dengan perpaduan antara benang satu warna dan benang putih. Sementara Jean dibuat dengan penggambungan dua benang dengan warna yang sama

Kamus Lengkap untuk Penggila Sepatu

Sumber: vivanews.com

Bagi banyak wanita, membeli sepatu baru terkadang menimbulkan efek pembangkit mood yang luar biasa. Itulah sebabnya banyak tergila-gila dan kecanduan pada sepatu.

Di saat fashion menjadi sebuah tuntutan hidup, perannya yang hanya sebuah alas kaki pun bergeser menjadi pelengkap penampilan. Sepasang sepatu tidak hanya mentransformasi penampilan, tetapi juga membantu Anda mendapatkan perhatian publik. Jadi, sudah saatnya Anda memperhatikan sepatu yang cocok dengan busana dan aksesori yang dikenakan.

Untuk mengetahui sepatu-sepatu yang cocok untuk Anda dan sebelum berbelanja, tidak ada salahnya mengetahui jenis-jenis sepatu yang bisa menunjang penampilan.

1. The Ankle Strap Shoes

Jenis sepatu ini memiliki satu atau dua tali pada pergelangan kaki yang dapat dikencangkan. Selain berfungsi untuk mengencangkan sepatu, tali ini juga berfungsi sebagai pemanis pergelangan kaki. Sepatu

Ankle Strap ini cocok dipakai oleh wanita dengan kaki yang kurus dan panjang.

Jika ingin menghadiri pesta sehabis jam kerja, tidak perlu khawatir, karena sepatu ini cocok digunakan ke kantor, dan untuk menghabiskan malam saat berkumpul bersama kolega-kolega bisnis atau teman-teman sehabis bekerja seharian.

Anda dapat memadupadankan sepatu ini dengan rok mini, rok pencil selutut, dan gaun cantik. Tapi, sepatu ini tidak cocok saat dipadukan dengan loose jeans (jeans longgar), celana kargo, harem, celana panjang dengan siluet lurus yang lebar.

2. Ballet Flat Shoes

Jika Anda termasuk pribadi casual, simpel, dan lebih mengutamakan kenyamanan saat menggunakan sepatu, sepatu ballet flat bisa jadi pilihan pas untuk Anda. Sepatu ini cocok digunakan dengan jenis baju apapun. Jeans, celana kapri, dan baju casual lainnya sangat cocok dipadupadankan dengan sepatu ini.

Sepatu ini memang lebih banyak digunakan remaja perempuan, tetapi wanita eksekutif seperti Anda tetap dapat bergaya dengannya. Pilihlah ballet flat yang dihiasi dengan permata-permata cantik atau pita.
3. The French Heel

Banyak wanita menggunakannya, tapi tidak mengetahui namanya. Sepatu ini memiliki tinggi hak yang medium dan biasanya berbentuk lengkung dan kotak di bagian bawah haknya. Sepatu yang dikembangkan oleh King
Louis XIV ini dapat digunakan untuk beraktivitas di kantor dan cocok digunakan dengan pakaian apapun.

4. The Kitten Heel
Sepatu ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan sepatu french heel, namun sesuai dengan namanya, hak pada sepatu ini sangat kecil dan berbentuk seperti busur panah. Biasanya, sepatu ini memiliki tinggi
kurang dari 3 cm.

Sepatu ini sangat cantik, feminim dan sebagai alternatif jika Anda bosan menggunakan sepatu ballet flat dan ingin menggunakan sepatu bertumit pendek. Anda dapat menggunakan pakaian apa saja dan memadupadankannya dengan jenis sepatu ini.

5. The Stiletto Heel

Stiletto adalah istilah yang digunakan untuk sepatu dengan hak yang sangat tipis. Sepatu yang sangat feminim ini membuat pemakainya terlihat ramping. Dengan mengenakan jenis sepatu ini, Anda akan
terlihat elegan dan seksi.  Namun, untuk beberapa wanita, penggunaan stiletto yang terlalu sering akan mengakibatkan sakit pada bagian pinggang.
6. The Wedge Heel

Wedge dapat menjadi ‘teman’ sangat pas untuk diajak hang out karena haknya yang tebal dan rata dari bagian jari ke bagian tumit. Jalan dengan menggunakan wedge lebih mudah ketimbang menggunakan stiletto. Namun, wedge tetap memberi kesan ramping pada kaki dan tinggi yang sesuai tanpa terlihat aneh.

Anda dapat memadukannya dengan Bohemian style, pencil skirt, A-line skirt, celana dengan potongan yang lebar, jeans, skinny pants.
7. The Mary Jane

Jenis sepatu ini dapat berupa flat ataupun berhak. Namun yang pasti, sepatu ini memiliki tali di bawah pergelangan kaki, dan ujung kaki bulat atau sedikit kotak. Sepatu jenis ini terlihat sangat kasual.
Menggunakannya dengan legging, skinny jeans, rok mini, akan membuat penampilan terlihat cantik. Namun, jangan menggunakannya dengan harem, celana kargo, dan celana berpotongan lurus dan lebar.
8. The Mule

Mule atau biasa kita sebut dengan selop sangat mudah digunakan karena hanya tertutup pada jari-jari kaki, tidak pada tumit. Bagian pada jari kaki bisa seluruhnya tertutup atau dapat berupa open toe atau peep
hole shoe.

Sepatu jenis ini dapat disesuaikan pada situasi apapun. Anda dapat terlihat kasual dengan memakai selop yang tidak terlalu banyak detail, atau dengan bentuk desain seperti sneaker. Anda pun dapat memakainya pada pesta dengan memilih yang dihiasi batu-batu permata, atau warna glamor.

REPALTS

Repalts

JAVA7

Java7_300

RICBERS

Rickbers

CBR SIX

BSM SOGA

B-ONE

b-one_300

RESTU – (Res2)

Produksi dari Charli – ST12